Surip kemudian menanyakan cecerah darah itu ke anaknya atau pelaku. Namun saat ditanya, pelaku enggan mengaku telah membunuh korban.
"Dia bilang, masa anak sendiri membunuh bapaknya. Setiap ditanya, katanya, tidak tahu dan menjawab sang bapak sedang kerja," ujarnya kepada iNews di rumahnya, Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jateng, Rabu (30/10/2019).
Dia mengaku, tidak percaya sanggahan sang anak. Karena dia melihat masih ada sendal dan perlengkapan kerja sang suami. Dia menduga ada kekerasan yang dilakukan pelaku ke korban.
Surip mengatakan, sepengetahuannya sudah tiga kali aksi penganiayaan putra bungsunya ini dilakukan ke keluarga, dan terakhir yang keempat sampai membunuh suaminya, Rahadi (58).
"Sudah sering seperti itu, makanya dibawa ke rumah sakit (RSJ). Dia sudah tiga kali bulak-balik," kata Surip.
Aksi pertama, kata dia, kepada keponakan atau sepupu pelaku. Kedua, saat korban nyaris membacok bapak kandungnya yang kini tewas di tangannya. Ketiga ke kakak dan iparnya juga terjadi cekcok yang berujung pertikaian.
Hingga Rabu (30/10/2019) siang, jenazah masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suradadi, Kabupaten Tegal, Jateng. Keluarga sementara ini masih menunggu kabar dari polisi terkait waktu pemulangan jenazah korban.