TEGAL, iNews.id - Kebijakan Pemkot Tegal yang akan melakukan lockdown local selama empat bulan mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020 menuai reaksi masyarakat. Mereka memprotes kebijakan tersebut yang dinilai terlalu berlebihan.
Keputusan berani Wali Kota TegalDedy Yon Supriyono menutup semua akses kota itu setelah satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).
Pasien laki-laki berusia 34 tahun warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal itu saat ini masih dirawat intensif di RSUD Kardinah Tegal. Pasien itu baru pulang dari Dubai, Uni Emirate Arab, 16 Maret 2020 lalu.
“Berita yang sangat memprihatinkan , Bahwa Pasien, laki-laki, berusia 34 tahun, yang beralamat dari kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Pada Hari ini sudah dinyatakan positif Covid-19” kata Dedy Yon saat konferensi pers di pendapa Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.
Menanggapi keputusan tersebut, warga Kota Tegal langsung bereaksi. Mereka menilai lockdown harus disertai kebijakan lain yang tidak merugikan masyarakat terutama di sesektor ekonomi rakyat kecil.