“Jgn bicara lokdan lokdon kalo pemkot tidak mampu menanggung biaya tinggi akibat lockdown bagi warga yg terdampak. Ini serius bro,” tulis Yunibar di akun @yunibarsurya.
Netizen lainnya juga menilai lockdown hanya akan menambah beban masyarakat berpenghasilan rendah semakin kesulitan.
“Pak Jokowi menyerukan untuk masing masing kepala daerah harus mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil sampe dengan tukang ojeg. Keputusan lockdown kota dengan menutup akses jalan bukannya hanya akan mematikan ekonomi rakyat cilik, yang masih butuh bekerja harian untuk mencari makan, mohon hal.ini juga di pertimbangkan ...kasian wong cilik yg tetep butuh solusi untuk memenuhi nafkah,” tulis @asmungi.almanan.
Dia juga menantang pegawai pemkot dan DPRD untuk siap dipotong gajinya 50 persen agar sama-sama merasakan dampak ekonomi akibat kebijakan lockdown tersebut.
“Apakah pegawai Pemkot dan DPRD siap juga di potong 50% gajinya agar sama sama merasakan dampak ekonomi nya untuk dialihkan pemberian subsidi keapda rakyat kecil yg berdampak...karena mereka digaji oleh rakyat....kota lain TDK ada yg sampai menutup jalan pak. Mohon dapat dipertimbangkan jika penutupan diperpanjang sampai juli...kita semua beeharap agar virus ini segera usai namun tetap menjaga ekonomi rakyat cilik,” katanya.