Kisah Sunan Prawoto Tewas Dibunuh dalam Perebutan Takhta Kerajaan Demak

Yuswantoro
Makam Sunan Prawoto yang ada di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. (Foto/Dok. Tourism Information Center Kabupaten Pati)

Dalam masa kepemimpinannya yang singkat, Sunan Prawoto lebih cenderung sebagai seorang ahli agama, dari pada pemimpin politik. Sehingga daerah bawahan Demak seperti Banten, Cirebon, Surabaya, dan Gresik, berkembang bebas tanpa mampu dikendalikannya. 

Sunan Prawoto lahir saat ayahnya, Raden Trenggana masih sangat muda dan belum menjadi raja. Raden Trenggana adalah adik kandung Pangeran Sabrang Lor, orang Jepara. Sedangkan Raden Kikin yang lebih tua usianya, lahir dari Permaisuri Raden Fatah bernama Putri Solekha, anak dari pasangan Pangeran Wironegoro Adipati Lasem dengan Nyai Ageng Malokha Binti Sunan Ampel. 

Selama memimpin Demak, Sunan Prawoto memindahkan pusat pemerintahannya ke Prawoto, sehingga dikenal dengan sebutan Demak Prawoto. Dalam masa kepemimpinannya, di wilayah Demak ada dua adipati yang sangat kuat, dan turut bersaing memperebutkan takhta Kesultanan Demak.

Kedua adipati ini adalah Adipati Arya Penangsang dari Kadipaten Jipang, dan Adipati Adiwijaya penguasa Kadipaten Pajang. Masing-masing adalah keponakan dan menantu Sultan Trenggana. Usai berhasil menghabisi Sunan Prawoto, melalui tangan Rangkud. 

Arya Penangsang akhirnya naik takhta memimpin Kesultanan Demak. Dalam kepemimpinannya di Kesultanan Demak, Arya Penangsang memindahkan pusat pemerintahan ke Jipang. Masa kepemimpinan Arya Penangsang ini, Kesultanan Demak juga dikenal sebagai Demak Jipang. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas Pria Bersarung Tewas Bersimbah Darah di Sampang, Ternyata Warga Pamekasan

57 tahun lalu

Kisah Kapal Perang Kuno Kerajaan Demak yang Ditakuti Portugis, Tak Mempan Ditembak Meriam

57 tahun lalu

Panembahan Senopati Mangkat, Perang Saudara Pecah di Kerajaan Mataram Islam

57 tahun lalu

Kisah Raden Patah Raja Demak Pertama dan Warisannya Kitab Salokantara tentang Aturan Hukum

57 tahun lalu

Purwakarta Gempar, Nenek Asiah Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal