Malam harinya, ia membantu orang tuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu ayam lainnya di warung milik orang tuanya.
Meski orang tuanya menekuni usaha kuliner, saat itu Puspo lebih memilih menjadi seorang guru, berstatus Pegawai Negeri Sipil. Namun panggilan untuk berwirausaha begitu kuat pada jiwa Puspo Wardoyo.
Akhirnya, Puspo Wardoyo pun memutuskan untuk mengundurkan diri. Suatu keputusan yang berat saat itu. Namun, karena tekadnya yang begitu kuat, tak menyurutkan langkahnya untuk berwirausaha.
Tak mudah bagi Puspo Wardoyo saat pertama merintis usaha kuliner. Dia kerap mendapatkan cibiran dari teman-temannya yang mengetahui bila dirinya melepas status PNS untuk berjualan makanan.
Hingga suatu ketika Puspo pun bertemu temannya yang berjualan bakso di Medan pulang ke Kota Solo. Puspo pun disarankan untuk membuka usaha di Kota Medan. Ia tertarik dengan ajakan kawannya itu.