Suharto pun belajar bertani secara otodidak, dengan mempelajari karakter tanaman, cara dan teknik menanam hingga pupuk dan obat hama yang digunakan. Tanaman pertama yang ia tanam adalah cabai.
Dia beranggapan, saat itu petani cabai masih belum banyak, padahal permintaan cabai di pasaran sangat tinggi, dia berhasil menuai sukses.
"Waktu itu menjanjikan dan belum banyak penyakit (tanaman). Harganya dulu relatif tinggi karena belum banyak yang nanam, sehingga sangat menguntungkan," ujarnya.
Awalnya, lanjut dia, dirimu hanya menanam di lahan seluas 2.000 meter persegi, setelah itu mulai berkembang menjadi 1 hektare (ha) dalam waktu 1 tahun. Bahkan dalam 5 tahun, luas lahan cabai yang ditanamnya menjadi 10 ha.
Selain cabai, dia juga menanam sayuran lain, seperti jagung manis dan ketela. Dari beberapa jenis tanaman itu, dia bahkan pernah panen sebanyak 500 ton dalam 1 tahun.