Di seberang keduanya, tampak Bung Karno dan Mohammad Hatta atau Bung Hatta yang berdiri di beranda dengan posisi lebih tinggi. Bung Karno mengenakan setelan jas putih dari bahan driil. Bung Hatta juga mengenakan setelan serupa, tapi tidak berpeci.
Sementara di dekat tiang bendera, Latief Hendraningrat yang didampingi Suhud Sastrokusumo menjadi pengerek bendera merah putih. Pada 19 Agustus 1945, PPKI menggelar rapat lanjutan di mana SK Trimurti terpilih sebagai anggota Komite Nasional yang tugasnya membantu presiden sebelum dibentuknya parlemen.
SK Trimurti ditugaskan untuk menyebarkan kabar proklamasi kemerdekaan sekaligus mengibarkan bendera merah putih di seluruh Jawa. Tanpa pikir panjang dia menyatakan kesediaanya.
Dikutip dari buku Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka, SK Trimurti bersama kelompoknya langsung bergerak. Sebuah mobil sedan milik tentara Jepang, dicurinya dan dipakai sebagai kendaraan.
Celakanya, di tengah jalan ban mobil kempes. Agar bisa tetap menggelinding SK Trimurti mengisi rongga ban dengan rumput kering.