Kisah Remaja Cabut Lidi Ditancapkan di Tengah Hajatan hingga Terbentuknya Rawa Pening

Angga Rosa
Suasana Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Foto/Angga Rosa

"Akhirnya Baro Klinting mencabut lidi itu dan melemparkannya ke arah Gunung Kendalisada. Seketika itu juga muncul air dari lubang bekas tancapan lidi. Air terus membesar," ujarnya.

Baro Klinting pun pergi. Sedangkan air yang muncul dari lubang itu, bertambah besar hingga terjadi banjir. Setelah mendengar suara gemuruh seperti banjir, Nyai Latung langsung naik ke atas lesung dan terapung di atas air. 

Nyai Latung pun selamat dan sampai ke suatu tempat. Oleh Nyai Latung, desa yang tenggelam diberinama Rawa Pening. "Itu cerita turun temurun yang dengar dari para sesepuh. Dan cerita Baro Klinting, sudah meluas hingga daerah lain," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki Boyolali-Semarang demi Nazar

57 tahun lalu

Viral Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki 34 Km dari Boyolali ke Semarang Penuhi Nazar

57 tahun lalu

Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair di Semarang, Pagi hingga Sore Pelamar Berdatangan

57 tahun lalu

Beli Sajam Corbek via Instagram, Pelajar 16 Tahun di Semarang Ditetapkan sebagai Pelaku Anak

57 tahun lalu

Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal