Kisah Raja Syailendra Penakluk Gunung, Meratakan Puncak Bukit untuk Bangun Candi Borobudur

Avirista Midaada
Candi Borobudur dibangun Dinasti Syailendra. Raja Syailendra meratakan puncak bukit untuk membangun candi tersebut, hingga digelari penakluk pegunungan. (Foto: Dok Sindonews)

Pahatan-pahatan itu adalah buku teks mengenai ajaran Mahayana yang tertulis di batu. Dinding terbawah candi itu menggambarkan cerita-cerita mengerikan tentang neraka, dan penderitaan hidup di luar keselamatan.

Selanjutnya, Buddha datang sebagai juru selamat dan dalam bentuk seekor gajah putih mendekati calon ibunya. Dia dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta yang juga disebutkan Gautama.

Dia adalah anak Ratu Maya dan sejak lahir sudah punya kemampuan seperti orang dewasa. 

Sementara ada satu gambar di Candi Borobudur menggambarkan Ratu Maya mencekal ekor gajah mati, dan melemparkan badan raksasa itu melewati tujuh tembok.

Singkat cerita, Candi Borobudur ini menggambarkan keutamaan yang dipraktekkan Bodhisattwa dalam kehidupan-kehidupan sebelumnya, dan yang akan dipraktekkan oleh Bodhisatwa-Bodhisatwa di masa depan.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Momen Sakral Puncak Waisak, Ribuan Lampion Diterbangkan di Candi Borobudur

57 tahun lalu

Khidmat, Ribuan Umat Buddha Ikuti Detik-Detik Waisak di Candi Borobudur

57 tahun lalu

Penampakan Matahari Terbit Pertama 2026 dari Candi Borobudur, Wisatawan Antusias

57 tahun lalu

5 Tempat Wisata di Dekat Candi Borobudur, Nomor 2 Pernah Jadi Lokasi Shooting Film!

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Candi Borobudur, Hindari Macet dan Nikmati Keindahan Alam 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal