Kisah Nabi Ilyasa Meneruskan Risalah Nabi Ilyas Mengajak Kaum Ba'albek Beriman

Kastolani Marzuki
Ilustrasi kisah Nabi Ilyasa AS. (Foto: istimewa)

“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. semuanya termasuk orang-orang yang paling baik . Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik” (Q.S. Shad 38: 48-49)

Kalau pada ayat sebelumnya setelah Ilyasa’ disebut Yunus dan Luth maka pada ayat ini setelah Ilyasa’ disebut Nabi Zulkifli. Ketiga-tiganya adalah orang-orang pilihan, artinya semuanya adalah Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT. Nama mereka disebut sebagai sebuah kehormatan, penghargaan, dan sebagaimana Nabi-Nabi dan Rasul lainnya, nama mereka nanti akan tetap menjadi buah bibir umat manusia sepanjang masa sebagai pejuang yang meluruskan penyimpangan, terutama penyimpangan dari tauhidullah SWT dan membimbing mereka ke jalan yang benar.

Pada urutan huruf “ya” dalam buku sejarahnya, Al Hafidz Abu Qasim bin Asakir, sebagaimana dikutip oleh Ibn Katsir dalam Kisah Para Nabi (hlm. 524) menyebutkan, “Ilyasa” adalah Al Asbath bin Adi bin Syautlim bin Afraim bin Yusuf bin Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim alaihissalam. Ada juga yang menyebutkan, Ilyasa’ adalah putera paman Ilyas. Ada juga yang menceritakan, ia dulu pernah bersembunyi bersama Ilyas di gunung Qasiyun dari raja Ba’albak. Setelah Ilyas meninggal dunia, maka posisinya digantikan oleh Ilyasa’.

Ada juga yang menyatakan bahwa Ilyasa’ adalah puteranya Akhthub ibn ash-Shakhuz. Banyak versi tentang nasab Ilyasa’ ditingkat bapak dan kakeknya seperti terlihat dalam kutipan sebelumnya. Satu versi bapaknya adalah ‘Uza ibn Nastalakh.Versi lain bapaknya adalah Adi bin Syautlim. Ada juga yang menyebut bapaknya adalah Akhthub ibn ash-Shakhuz. Tetapi di atas kakeknya semua sepakat menyebutkan Afraim ibn Yusuf ibn Ya’qub ibn Ishaq. Jadi jelas Nabi Ilyasa’ adalah keturunan Bani Israil (putera-putera Ya’qub) dan diutus kepada Bani Israil juga.

Dalam versi Al-Kitab, Ilyasa’ (885-795 SM) ditulis juga Elisa dan Eliseus. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 830 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan orang-orang Amoria di Panyas, Syam. Ia wafat di Palestina.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melihat Lebih Dekat Kemegahan Masjid Salman Al Farisi di Malang, Berdesain Mirip Taj Mahal

57 tahun lalu

Mengintip Masjid Cipto Mulyo di Boyolali, Berusia 1 Abad Lebih Peninggalan Paku Buwono X

57 tahun lalu

Masjid Rahmatan Lil Alamin di Surabaya, Punya Desain Unik Berbentuk Kakbah

57 tahun lalu

Unik! Masjid Salman Rasidi di Soreang Bandung Punya Desain Mirip Lumbung Padi

57 tahun lalu

Menengok Kehidupan Kampung Unik di Langkat Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal