Dalam ayat 86 di atas disebutkan empat orang Nabi yaitu Ismai’il, Ilyasa’, Yunus dan Luth. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang dilebihkan oleh Allah SWT derajat mereka di atas umat pada masanya.
Penyebutan empat nama Nabi pada ayat ini memang tidak urut secara kronologis. Nabi Luth disebut pada urutan keempat padahal dia lebih dahulu dari Isma’il, karena Luth sudah diangkat sebagai Nabi sebelum Isma’il lahir. Luth juga lebih dulu daripada Ilyasa’ dan Yunus.
Pada ayat selanjutnya yaitu ayat 87 Allah SWT menyatakan juga melebihkan derajat di antara bapak-bapak mereka (seperti Ibrahim bapak dari Isma’il), keturunan mereka (Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Isma’il), dan juga derajat sebagian dari saudara-saudara mereka (Ishaq adalah saudara Isma’il). Mereka semua dipilih oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul dan ditunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.
Untuk yang kedua kali nama Ilyasa’ disebut dalam Surat Shad ayat 48. Kita kutip sekalian dengan ayat 49. Allah SWT berfirman:
وَٱذۡكُرۡ إِسۡمَٰعِيلَ وَٱلۡيَسَعَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ وَكُلّٞ مِّنَ ٱلۡأَخۡيَارِ ٤٨ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مََٔابٖ ٤٩