Selama 2 tahun, ia mempertajam skillnya dalam bermain catur dan diberi kesempatan unjuk gigi di ajang kompetisi tingkat koordinasi wilayah (Korda) Jawa Barat (Jabar) di Bekasi. Hasilnya ia berhasil menyabet emas di turnamen kelas precision perdananya itu.
“Alhamdulillah saya dapat itu emas. Setelah itu ada pemanggilan pelatnas saya masuk untuk persiapan Singapura waktu itu 2015 ASEAN Para Games,” ujarnya, Minggu (10/9).
Namun, setelah APG Singapura, ia terlempar dari kontingen Indonesia dan hanya terjun di turnamen-turnamen dalam negeri. Selepas Peparnas Jawa Barat 2016, tepatnya pada tahun 2018 Indra berpindah kelas ke B1 karena pengelihatannya yang terus menurun.
Indra pun kembali masuk seleknas dan terjun di APG 2022 Solo dan berhasil menyumbangkan 1 emas kelas B1 beregu putra. Turnamen itu pun menjadi turnamen paling berkesan untuknya.
“Kemudian saya pas ada seleknas masuk lagi. Waktu tuan rumah Solo yang 2022. Karena memang itu event yang sudah ditunggu-tunggu akibat dampak covid. Ekonomi juga yang kami yang merasakan. Memang sulit banget, dan memang sudah ditunggu-tunggu,” katanya sembari mengingat.