“Saat pindah ke Amerika, bahasa Inggris saya tidak cukup ternyata. Orang di sana bicaranya sangat cepat sehingga saya tidak mengerti. Kemudian saya memutuskan harus mulai belajar bahasa Inggris lagi supaya dapat menyesuaikan atau beradaptasi di sana,” katanya melansir laman resmi UNS di uns.ac.id, Rabu (26/1/2022).
Setelah dapat menyesuaikan diri perihal bahasa, Vero mencari-cari pekerjaan di Amerika. Selagi suaminya bekerja di Boeing, Vero sempat menjalankan berbagai pekerjaan sekaligus saat awal.
Perempuan kelahiran Surakarta ini sempat menjalani profesi sebagai computer lab assistant, pembersih rumah orang kaya, hingga menjadi pengajar anak-anak di malam hari. Vero juga pernah menjadi travel agent dan asisten dokter gigi.
Sebagai orang Asia, Vero mengatakan, saat itu tidak mudah mendapatkan pekerjaan di AS. Posisi Vero di sejumlah pekerjaan sangat rentan untuk dipecat meskipun pekerjaan yang ia lakukan baik. Hal inilah yang membuat Vero sangat memperhatikan isu inklusivitas dan keragaman di tempat kerjanya saat ini.
Veronika mengawali kariernya di Boeing pada tahun 2007. Waktu itu Vero diterima sebagai Data Management Specialist Boeing dengan sistem kontrak selama tiga bulan.