Pada akhirnya, mereka berdua pun bertikai hingga semua meninggal. Mengetahui hal tersebut, Aji Saka menyesali kelalaiannya dan mengungkapkannya dengan menulis sebuah kalimat:
Ha-Na-Ca-Ra-Ka (ada utusan)
Da-Ta-Sa-Wa-La (Saling berselisih pendapat)
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya (sama-sama sakti)
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga (sama-sama menjadi mayat).
Begitulah kisah Aji Saka dan asal usul huruf Jawa. Semoga kisah ini bisa menjadi menambah wawasan terutama dalam cerita rakyat yang melegenda di tanah Jawa.