Kisah Aji Saka dan Asal Usul Huruf Jawa, Berawal dari Pertikaian yang Berujung Penyesalan
Beruntung, dengan menggunakan ikat kepala yang bisa memanjang dan melebar, Aji Saka mampu mengalahkan sang raja. Ia melempar sang raja ke laut yang kemudian berubah menjadi buaya putih dan akhirnya meninggal.
Setelah Dewatacengkar terkalahkan, Aji Saka kemudian menjadi seorang raja di Medangkamulan dan memiliki sebuah pusaka. Aji Saka menginginkan pusaka itu untuk disimpan di sebuah tempat tersembunyi.
Kemudian ia menyuruh sang abdi, Sembada, untuk menyimpan dan menjaga pusaka tersebut di Pulau Majeti. Aji Saka berpesan kepada Sembada untuk tidak memberikan pusaka tersebut kepada siapapun kecuali Aji Saka.
Suatu hari, Aji Saka membutuhkan pusaka tersebut dan mengutus Dora untuk mengambilnya. Saat sampai di Pulau Majeti dan bertemu Sembada yang tengah menjaga pusaka tersebut, Dora mengutarakan niatnya.
Sembada yang memegang teguh permintaan Aji Saka pun tidak akan memberikan pusaka tersebut kepada Dora. Sementara Dora merasa benar karena diminta Aji Saka untuk mengambil pusaka tersebut.