Dalam Alquran, keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah diabadikan dalam Surat Al fajri 1-3.
وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ وَالْفَجْرِۙ
Artinya: Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil". (QS. Al Fajri:1-3)
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir diterangkan bahwa diriwayatkan pula dari Masruq dan Muhammad ibnu Kab, bahwa makna yang dimaksud dengan fajr ialah fajar Hari Raya Idul Ad-ha, yaitu sepuluh malam terakhir.
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah salat yang dikerjakan di saat fajar (salat fajar), sebagaimana yang dikatakan oleh Ikrimah.
Mengenai 10 malam, makna yang dimaksud ialah tanggal 10 bulan Zul Hijjah; sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnuz Zubair, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan ulama Khalaf.