Penerapan prokotol kesehatan akan dimulai sejak dari parkir kendaraan. Petugas akan mengukur suhu tubuh umat. Setiap umat diminta mencuci tangan, menyemprotkan tangan dengan hand sanitizer. Selanjutnya petugas mengarahkan umat ke tempat duduk.
“Umat diminta duduk di bangku gereja yang telah ditentukan. Umat yang hadir dan para petugas ibadat pun akan dibatasi jumlahnya. Umat dan petugas akan mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan face shield,” katanya.
Sementara durasi peribadatan akan dipercepat sekitar 30-45 menit. Setelah ibadat, umat diminta segera pulang ke rumah. Bangku gereja kemudian disemprotkan disinfektan setiap selesai ibadat.
“Paroki Santa Theresia berencana sebulan nanti akan menggunakan kesempatan misa sebagai uji coba tata cara kebiasaan baru peribadatan agar umat terbiasa dan makin disiplin. Selanjutnya akan dipikirkan menambah waktu misa,” katanya.
Dia juga mengingatkan jumlah umat yang diperbolehkan ikut ibadat terbatas. Umat yang boleh mengikuti misa hanya yang berusia 10-65 tahun dan tidak memiliki sakit bawaan. Gereja tetap akan menyiarkan misa live streaming untuk memfasilitasi umat beribadat di rumah.