Keren, Warga Ambarawa Sulap Limbah Plastik Jadi Tas dan Aksesoris Fesyen

Lurisa Lulu
Produk tas dan aksesoris fesyen yang dihasilkan Deasy Esterina, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang. (foto: Lurisa Lulu/iNews)

Sampah plastik dari pengepul di sekitar Ambarawa, terlebih dahulu dibersihkan. Plastik lalu digunting hingga berbentuk panjang menyerupai tali. Selanjutnya dirajut hingga membentuk pola tertentu. 

Usai proses rajut, kemudian ditempelkan ke kain dan dijahit hingga membentuk produk yang diinginkan. Jumlah limbah plastik yang diolah untuk produk Kroskres sekitar 150 kg/bulan. 

Target utama pemasaran adalah Jakarta dengan segmen kaum milenial. Pemasaran terus berkembang dan dilirik daerah lain di Indonesia.  Pesanan berasal dari hampir seluruh pulau besar di Indonesia. 

Belakangan Kreskos mulai merambah pasar internasional, seperti Singapura dan Autralia. Tas dan aksesoris fesyen dibanderol Rp150.000 hingga Rp1,9 juta. Rencananya Deasy akan melebarkan sayap di bisnis interior rumah yang juga berbahan plastik.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Beruntun di Turunan Exit Tol Bawen, Truk Tronton Rem Blong Tabrak 3 Kendaraan

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung Metro Sport Center Semarang, Pengunjung Panik Terjebak di Balkon Lantai 2 

57 tahun lalu

Polda Jateng Bongkar Kasus TPPU Modus Investasi Fiktif Sarang Walet, Korban Rugi Rp78 Miliar

57 tahun lalu

Mudik Lebaran 2026, Tol Bawen–Ambarawa Dibuka Fungsional Pukul 06.00–17.00 WIB

57 tahun lalu

Penampakan Truk Trailer Muatan Alat Berat Tersangkut di Pelintasan KA Kaligawe

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal