Sepi Peminat, Industri Kerajinan Genteng kripik di Bantul Makin Berkurang

Antara
Perajin genteng kripik tradisional di Dusun Polosiyo, Desa Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto : Antara )

BANTUL, iNews.id - Sentra industri kerajinan genteng 'kripik' yang diproduksi secara tradisional di Bantul semakin berkurang. Ini karena konsumen yang menggunakan bahan bangunan atap itu terus menurun.

"Jadi yang namanya usaha dan produksi itu tergantung dari pasar, dan selama ini memang genteng lebih lebih genteng 'kripik' itu sudah berkurang jauh yang menggunakan," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perindustrian Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Kamis (17/12/2020).

Menurut dia, di wilayah Bantul dulu terdapat sentra-sentra kerajinan genteng 'kripik' atau genteng dengan bahan baku tanah liat yang dikeraskan, namun seiring perkembangan zaman dengan munculnya genteng cetak atau galvalum maka produksi genteng tradisional itu makin berkurang.

"Sekarang bisa kita lihat, di Srandakan tinggal satu, di Desa Argodadi Sedayu tinggal satu, bahkan dulu di Selarong Pajangan yang dikenal industri genteng sekarang hampir habis, karena itu tadi, yang pertama tergantung dari konsumen," katanya.

Selain konsumen, kata dia, industri kerajinan dari tanah liat tergantung dengan bahan baku, karena sekarang ini sudah banyak perajin batu bata beralih ke batako dan bata putih, karena kesulitan bahan baku, bahkan di satu daerah Bantul bekas galian tanah untuk bahan baku bata sudah dalam.

"Di sentra Kasongan yang bahan baku tanah liat juga semakin bergeser, apalagi genteng. Jadi ada beberapa permasalahan pengrajin genteng, satu konsumen, kedua bahan baku, dan ketiga SDM, anak muda sekarang ini untuk menggeluti hal seperti itu sangat kurang," katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Atap Mall Grand City Surabaya Ambrol, Diduga Akibat Perembesan Air

57 tahun lalu

7 Tempat Kuliner Malam Salatiga, Nomor 2 Legendaris sejak 1950

57 tahun lalu

13 Tempat Makan Malam di Jogja, Hidangan Tradisional Teman Bergadang

57 tahun lalu

Hujan Disertai Angin Kencang, Atap Ruangan Laboratorium Komputer SMP di Sukabumi Ambruk

57 tahun lalu

Atap Pasar Ikan di Banjarnegara Ambruk akibat Diguyur Hujan, 1 Pedagang Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal