Fungsi sebagai alat komunikasi hampir serupa dengan video call. Fitur ini memungkinkan pasien untuk berkomunikasi, seperti memanggil atau meminta barang kepada nakes yang ada di ruang kontrol.
Saat ini, Roba masih harus melalui uji akhir pada Maret ini. Selain itu juga masih butuh pengembangan lebih lanjut. Roba perlu dikembangkan menjadi otomatis. Sehingga dari awal perawat dapat mengatur dan memilih ruangan mana yang dituju.
Sementara, Ubaidillah menyampaikan bahwa robot dirancang untuk bisa melakukan sterilisasi ruangan dengan sinar ultra violet (UV). Pada bagian depan robot, terdapat stop kontak yang dapat dipakai untuk memberikan daya jika memerlukan sterilisasi dengan sinar UV.
Dirinya berharap robot dapat dikembangkan untuk skala industri. Pada tahap awal, robot akan dibuat untuk AGV dengan konsep mini electric platform.
“Memang awalnya, konsep robot ini sebagai robot AGV. Makanya kalau pandemi selesai, bisa digunakan untuk industri,” kata Ubaidillah.