Dibutuhkan waktu tiga jam untuk mengantar barang dari lobi RS hingga kamar pasien karena harus melewati beberapa perawat. Tim UNS sebelumnya telah memiliki pengalaman merancang robot pengangkut barang atau automatic guided vehicle (AGV) untuk perusahaan swasta.
Selanjutnya, Ubaidillah dan tim mengambil konsep sama tapi dengan fitur yang sedikit berbeda. Saat disinggung perihal robot serupa yang lebih dulu dirancang, seperti Raisa ITS-Unair, Hari menyebut bahwa Roba hampir sama dan dapat disebut sebagai pengembangan robot pendahulunya.
Namun Roba memiliki keunggulan lain dan lebih multifungsi. Pertama, Roba mampu mengantar obat dan makanan bagi pasien dengan muatan 100 kilogram. Kedua, Roba menggunakan baterai yang besar sehingga memiliki supply.
Sedangkan ketiga, karena dilengkapi rak susun yang bisa diganti dengan tangki disinfektan, robot ini dapat menyemprotkan cairan disinfektan di RS.
“Roba juga dilengkapi kamera dan sensor untuk menghindari halangan karena dioperasikan perawat dari jarak jauh. Lalu bisa untuk komunikasi dua arah,” jelasnya.