SALATIGA, iNews.id - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra menggandeng Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dalam reformasi agraria, termasuk di Papua. Itu disampaikan Surya Tjandra saat berkunjung ke UKSW.
Surya Tjandra mengatakan, sejumlah pokok pikiran terkait rencana strategis ATR/BPN salah satunya mengenai reformasi agraria. Menurutnya, reformasi agraria sendiri adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan disertai dengan penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
Mimpi besar reforma agraria disampaikan Surya Tjandra adalah penataan ulang akses pada tanah yang diduga ada ketimpangan. "Ini termasuk pemberdayaan dan tujuannya untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan," kata Surya dalam siaran pers, Rabu (16/62021).
Dia juga menyinggung isu terkait reformasi agraria di Provinsi Papua. Menurutnya hal ini diawali karena ketidakjelasan permasalahan adat. Cukup banyak klaim dari adat soal kepemilikan tanah, sehingga perlu dilakukan pemetaan.
"Kami juga menemukan kurang lebih seratus empat puluh ribu hektar ijin usaha yang tidak ada HGUnya. Ratusan ribu tanah juga kami temukan terlantar,” katanya.