“Kami akan olah TKP dahulu untuk melihat kondisi lokasi,” ujar Kombes Dwi, Jumat (1/11/2024).
Selain penyidik dan tim inafis, Polda Jateng juga menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Dia menyebut pabrik terbakar ini memproduksi mainan, salah satunya terbuat dari kayu maupun plastik sehingga mudah terbakar.
“Nanti dari hasil Labfor bagaimana akan diketahui sumber apinya berasal dari mana, apa penyebabnya, tunggu penyelidikan dulu,” katanya.
Diketahui pabrik tersebut memproduksi mainan edukasi bagi anak-anak yang barangnya akan diekspor ke Eropa. Jumlah pekerja di pabrik tersebut sekitar 2.000 orang.