Kasus Covid-19 Naik, Perajin Peti Mati di Sukoharjo Kewalahan Layani Pesanan

Ary Wahyu Wibowo
Perajin peti mati di Sukoharjo saat mengerjakan pesanan yang meningkat. Foto: Ist.

Disampaikan Suryanto, kenaikan permintaan memicu kelangkaan bahan baku kayu yang digunakan untuk membuat. Pasokan mulai tersendat dan harganya juga ikut naik. Selain itu, kain mori pembungkus peti mati mulai langka. Stok toko penyedia kain mori kosong karena tingginya permintaan. 

Menyiasati kondisi ini, banyak perajin akhirnya membuat peti dengan model sederhana dan polos tanpa motif wiru (semok). Selain memangkas waktu pengerjaan, juga bisa menghemat kain pembungkus peti. 

"Permintaan akhirnya yang sederhana agar pengerjaannya cepat," katanya. 

Dia mengaku kesulitan menambah produksi karena terkendala tenaga kerja. Pembuat peti saat ini berstatus dipekerjakan oleh pelaku usaha sejenis. Sebab, ramainya permintaan peti mati terjadi di semua tempat. Kenaikan permintaan, turut mengakibatkan kenaikan harga peti mati dari sekitar Rp550.000 menjadi Rp650.000. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

38 Anggota Sindikat Penipuan Kripto Ditangkap, Raup Untung hingga Rp41 Miliar

57 tahun lalu

Lansia di Pekanbaru Ternyata Tewas Dibunuh Menantu Perempuan, Ini Motifnya

57 tahun lalu

Sukoharjo Geger! Mayat Waria Ditemukan dalam Kamar Mandi Kosan

57 tahun lalu

Masjid Al-Fajar di Sukoharjo Terbakar, Api Diduga akibat Korsleting Listrik

57 tahun lalu

Pembunuhan Lansia di Magelang Terungkap, Korban Dicekik Tetangga gegara Uang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal