Fakta-fakta yang diungkap dari hasil penyidikan sementara, ada dua jenis racun yang ditemukan di tubuh para korban. Ini berdasar hasil autopsi petugas Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah.
Racun sianida ditemukan dalam jumlah lebih besar dibanding arsenik di organ tubuh para korban. Tersangka ini sempat mencampur arsenik ke es dawet ke para korban pada pekan lalu, namun tidak sampai meninggal dunia.
Awal pekan ini tersangka kembali mengulangi mencampur namun dengan racun sianida dengan dosis lebih besar ke minuman teh dan kopi. Ini yang menyebabkan para korban meninggal dunia.
“Hasil olah TKP kemarin kita temukan ada satu botol sisa mengandung sianida,” kata Kapolresta Magelang AKBP M. Sajarod Zakun pada keterangannya.
Zat kimia itu dibeli tersangka secara online. Sianida dibeli 100 gram, sementara arsenik 10 gram terbagi 2 kemasan masing-masing 5 gram. Arsenik dibeli pertama. “Pembeliannya beda-beda dalam kurun waktu yang rentangnya tidak terlalu lama,” ujarnya.