Para jenderal dan perwira Angkatan Daratnya, Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Anumerta Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Anumerta Mas Tirtodarmo (MT) Haryono, Mayor Jenderal Anumerta Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Anumerta Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Anumerta Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Anumerta Pierre Andreas Tendean.
Penculikan tersebut dilakukan karena adanya tuduhan akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Soekarno.
Saatitu, persaingan politik antar Partai Komunis Indonesia dengan sejumlah partai politik lain, serta Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sedang terjadi.
Terjadi perselisihan akibat perbedaan pendapat. Saat itu, PKI mengusulkan untuk mempersenjatai kelompok buruh dan tani. Namun, ABRI menolak gagasan itu. Panglima ABRI yang dijabat oleh Jenderal Abdul Haris Nasution lolos dari penculikan.
Namunsayang, Pierre Tendean, ajudan, tewas dibunuh. Sedangkan putri bungsu Panglima ABRI ini tewas pada 6 oktober 1965 akibat tertembak pasukan Cakrabirawa saat ingin menculik sang ayah.