"Akhirnya setelah saya berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten DKK Karanganyar lalu diswab semua pegawai tanpa kecuali termasuk saya," ujarnya.
Menurut dia, dengan diketahui adanya 25 pegawai Kejari Karanganyar positif Covid, pihaknya memerintahkan 25 pegawai langsung melakukan isolasi dan pengobatan.
"Coba saja jika saya diam tok tidak berinisiatif perintahkan rapid dan swab, apa jadinya karena ini menyangkut nyawa yang harus diselamatkan," kata Kajari yang pernah menyabet penghargaan dari MenPAN RB sebagai Wilayah Bebas Korupsi WBK ini.
Sementara terkait kerja pegawai, Kajari menerapkan sistem pelayanan minimalis agar virus tidak menyebar pada warga yang membutuhkan pelayanan Kejati Karanganyar.
Menurutnya, pelayanan manual kantor ditutup mulai 18-24 Januari. Sedangkan pekerjaan lain dilakukan secara online termasuk persidangan di Pengadilan. "Meski begitu di kantor tetap siaga sebanyak 3 pegawai, " ujarnya.
Pihaknya berpesan pada masyarakat tak perlu takut untuk jemput bola untuk melakukan rapid atau swab jika dirasa ada kejanggalan. "Mencegah itu lebih baik daripada tenang tapi kita tidak tahu apakah kita positip atau negatip Covid," kata dia.
Sementara itu, Plt DKK Karanganyar Purwati membenarkan adanya swab seluruh pegawai Kejari Karanganyar. "Iya Pak Kajari berkordinasi dengan kami pada kasus tersebut dan seketika itu langsung dilakukan tracing dan rapid serta swab," ujarnya.