“Saat melewati yang kedua kalinya pas ekskavator berada di tengah tiba-tiba jembatan ambruk,” katanya.
Menurut Eko, beban ekskavator sebesar 25 ton seharusnya masih kuat melintasi jembatan dengan beban maksimal hinga 30 ton.
“Mungkin ada baut pengikat rangka jembatan yang patah sehingga ambruk,” ucapnya.
Kepala Desa Kupu, Miftah mengaku kecewa dengan pihak operator ekskavator yang tetap nekat melintas jembatan darurat tersebut.
“Sudah dikasih tahu jangan lewat jembatan bailey, tapi nekat lewat,” ucapnya.