Ganjar sendiri telah mengupayakan optimalisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang telah dilakukan sejak tahun 2019. Salah satunya dalam bentuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
PLTS tersebut terpasang di setiap kantor organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk DPRD Jawa Tengah. PLTS tersebut juga dipasang di beberapa lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren.
Pihaknya juga menggerakan pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) di Banjaran dan Logawa, Kabupaten Banyumas. PLTM ini berkapasitas sebesar 16 juta Kwh yang berdiri di lahan seluas 28 ribu meter persegi.
Ganjar juga menjabarkan potensi energi terbarukan di Jawa Tengah diantaranya pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
Ganjar Pranowo berhasil menginisiasi pembangunan 2.352 desa mandiri energi di penjuru Jawa Tengah. Keberhasilan tersebut membuat Jateng menjadi provinsi percontohan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) nasional.