Kloter pertama tank melintas dan membelah Sungai Bogowonto dengan selamat, para peserta yang masih anak-anak pun menikmatinya. Namun saat Kloter kedua melintas terjadi musibah yang diawali dengan tergelincirnya tank dan tenggelam, diduga akibat tanah ambles, sekitar pukul 10:00 WIB.
Tank yang mengalami kecelakaan itu dinaiki lima personil TNI, 17 penumpang terdiri atas 16 anak dan seorang guru. Melihat kecelakaan dan tengelamnya tank tersebut. Beberapa personel 412 bergegas menolong para korban.
Almarhum Pratu Randy salah satu anggota yang melakukan pertolongan saat kecelakaan tersebut, namun dia ikut menjadi korban. Dia sempat dibawa ke RSU dr Tjiro Wardoyo untuk mendapat penanganan, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Korban kedua yakn Guru TK Iswandari, sekaligus Kepala TK Ananda. Korban sempat dibawa ke RS Panti Waluyo sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sekitar pukul 13.15 WIB, tank yang mengalami kecelakaan dan tenggelam dievakuasi dengan cara ditarik dengan menggunakan tank lainnya. Hingga saat ini, kasus kecelakaan itu masih ditangani pihak TNI. "Menyangkut alutsista yang mengalami musibah kecelakaan sudah ditangani oleh TNI. Kami hanya mendukung saja jika diperlukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho saat dikonfirmasi iNews.id.
Komandan Batalyon Mayor Infanteri, Iman Widhiarto menuturkan amat berduka atas peristiwa kecelakaan yang terjadi, khususnya kepada anak-anak TK. Pihak sekolah memberikan kepercayaan untuk pengenalan TNI kepada anak didiknya. “Kami sangat berduka, ini musibah,” tuturnya melalui sambungan ponsel dari milik Kapten Agung.