Di kabupaten Pekalongan, banjir rob merendam empat desa di kecamatan Tirto yakni, Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo. Sedangkan di Kecamatan Wonokerto di antaranya Desa Tratebang, Wononerto Kulon dan Wetan, Jambean, Semut, dan Bebel.
Menurut Saminta, korban banjir masih didata dan diberikan bantuan berupa makanan dan baju ganti karena hampir semua pakaian warga basah terendam banjir.
“Saat ini, sudah ada sekitar 150 warga yangtelah dievakuasi dan diungsikan di beberapa lokasi seperti di Rumah Susun Krapayak dan musala dekat rusun. Selain itu, ada beberapa warga yang menempati rumah kerabat atau saudaranya yang tidak banjir,” katanya.
Tim SAR gabungan terus mengevakuasi ratusan warga yang terjebak banjir rob di Kota Pekalongan. Hingga Senin (1/6/2020) malam ini, ketinggain muka air rob yang merendam ribuan rumah warga masih tinggi.
Proses evakuasi warga di Perumahan Slamaran Pekalongan Utara ini berjalan cukup sulit. Hal ini karena banjir merendam cukup dalam dan minim penerangan. Kendaraan tim BPBD juga sulit menembus daerah yang terendam rob. Petugas harus menggunakan perahu karet juga rakit seadanya untuk mengevakuasi warga.
Ratusan korban banjir rob saat ini bertahan di beberapa tempat pengungsian seperti rumah susun dan musala. Sebagian pengungsi lain memilih menginap di rumah saudara yang aman dari terjangan rob.