Bukan hanya bunga kredit tetapi penghitungan secara realistis tersebut juga termasuk untuk upah tenaga kerja. Dengan demikian, pelaku usaha akan tahu sejauh mana untung rugi usaha mereka.
"Kadang yang ikut ngurusi keluarga, tapi upahnya harus dihitung secara profesional, yang paling riil," katanya.
Selain akses kredit, untuk pemasaran secara digital juga menjadi salah satu fokus. Saat ini era digital sudah sangat akrab dengan pelaku usaha mikro, khususnya di Boyolali.
"Harapannya pelaku UMKM akan makin mampu melihat pasar yang terus berubah, konsumen terus melihat berbagai produk di era teknologi karena pilihan banyak. Satu jenis makanan saja akan lihat kemasannya. Ini harus menjadi perhatian pelaku usaha juga," katanya.