Rescue UGV ini dilengkapi kamera dan infra merah sehingga bisa mendeteksi suhu tubuh manusia. Korban akan terlihat berwarna merah-kuning saat terdeteksi infra merah. Sementara, sistem kerja robot ini dikendalikan dengan jaringan internet.
"Scan pakai kamera infrared yang bisa melihat suhu tubuh. Bisa diketahui itu manusia apa bukan, masih hidup atau sudah meninggal", kata Syaifullah.
BACA JUGA: Aplikasi 'Tuker Sampah' Mahasiswa UNS Raih Medali Perunggu AI-JAM Japan 2019
Pencipta lainnya, Taufik Widyastama menambahkan alat ini akan terus dikembangkan supaya kemampuannya bisa bertambah.
"Nanti akan pakai pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. Karena masih prototipe, maka masih pakai WiFi handphone atau router, jadi hanya bisa 10 meter," kata Taufik.
Roda robot tersebut didesain seperti tank dan prototipe ini masih berukuran kecil. Nantinya, robot akan dibuat lebih panjang agar stabil ketika melintas medan sulit, seperti tanah longsor atau di jurang.
"Ke depan robot akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan," tutur Taufik.