Wakil Wali Kota Tegal, Jumadi menuturkan, sebagai evaluasi hingga akhir Oktober, pemkot melarang berbagai macam hajatan di Kota Tegal. Termasuk tidak ada keramaian yang nantinya akan menjadikan tendensi tidak bagus terhadap Pemkot Tegal yang selama ini menjaga protokol kesehatan.
“Hasil evaluasi sementara itu, apa pun detik ini salah kita perbaiki. Ini ada kesalahan, kita perbaiki langsung melarang semua hajatan hingga Oktober, nanti kita evaluasi,” kata Jumadi.
Penutupan sejumlah pasar kaget atau pasar tumpah itu membuat masyarakat khususnya para pedagang kecil menjerit. Mereka tidak bisa berjualan imbas konser dangdut yang dinilai melanggar aturan karena digelar saat pandemi.
“Sg dolanan Geni sapa sg kena rakyat cilik mng,pasar di tutup sangat merugikan pedagang dan pembeli.enak yg gaji bulanan lah yg nyari duit harian. (Yang main-main siapa yang kena rakyat kecil lagi. Pasar ditutup sangat merugikan pedang dan pembeli Enak yang gaji bulanan lah yang nyari duit harian (susah lagi),” tulis @dede saputro.
Warga Tegal berharap pemkot bisa memberikan solusi agar tidak merugikan masyarakat kecil dengan penutupan sejumlah pasar tumpah tersebut.