Tantangan itu pun menjadi cambuk bagi dirinya untuk berkreasi, Bakmi Sundoro pun dikemas. Memastikan bakmi bisa dihidangkan dengan rasa yang tak berubah di tiap meja makan pelanggannya di berbagai kota dan negara.
Dia mengaku bukan hal mudah untuk memproduksi Bakmi Yogya dalam kemasan yang memiliki cita rasa seperti Bakmi Yogya yang bisa disantap langsung di warungnya. Dia membuat terobosan baru yang keluar dari pakem penyajian bakmi.
"Semula saya hanya memproduksi bakmi dalam bentuk frozen food atau makanan beku. Bentuk ini hanya bertahan tiga hari dalam suhu ruang karena tidak menggunakan pengawet. Namun, hal ini menjadi kendala saat bakmi harus dikirim ke luar Pulau Jawa yang memakan waktu lebih lama," katanya.
Dia menemukan solusi dengan memanfaatkan mesin pengering makanan (dehydrator). Tanti berhasil membuat varian bakmi kering yang bertahan hingga satu tahun. Seperti sebuah lompatan sejarah, bakmi itu pun memiliki rasa yang sama.
Sementara itu ketika pandemi mulai melanda, Gubernur JatengGanjar Pranowo membaca situasi yang akan terjadi. Transaksi bisnis tradisional menjadi kendala pengembangan bisnis di wilayahnya. Untuk bisa berdaya, semua harus mau bertransformasi, menjadikan para pejuang lokal itu sebagai motor untuk mengerek ekonomi.