“Tidak menyangka sama sekali. Selama ini memang hampir tidak pernah komunikasi dengan keluarga kakak saya Saminah. Saya tahunya tiga kakak saya ini merantau dan gabung Gafatar,” ucapnya, Rabu (29/8/2019).
Edi pun meminta agar kakak kandungnya, Saminah dan tiga anaknya dihukum seberat-beratnya minimal hukuman seumur hidup.
Hukuman itu, kata Edi, pantas diberikan karena Saminah dan tiga anaknya yakni, Irfan (32), Putra (27), dan Saniah (37) telah berbuat sadis membantai empat saudaranya sendiri.
Kasus pembunuhan sadistis terhadap empat korban yang masih sekeluarga itu mengagetkan warga. Mereka tidak menyangka jika pelaku adalah keluarga korban sendiri yang dikenal sangat pendiam dan tidak pernah bersosialisasi. “Keluarga Saminah tertutup. Kalau pun keluar rumah paling ke warung,” ucapnya.
Menurut dia, warga sebenarnya sudah curiga dengan keberadaan keempat korban yang hampir lima tahun tidak pernah terlihat. “Dulu, warga pada tanya pas Lebaran. Kok pada nggak pulang. Tapi, oleh Bu Saminah dibilang lagi merantau ke Jakarta. Warga awalnya nggak berpikiran negatif. Mungkin sibuk jadi nggak pulang,” katanya.