Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Slogohimo Jarno, kala itu, memaparkan pemangsaan domba terjadi berturut-turut diawali Rabu sekitar pukul 20.00 WIB di kandang milik Karwoko.
“Pemilik domba melihat dombanya dimakan anjing. Warga pun bergegas keluar rumah untuk siskamling. Saat warga konsentrasi di rumah Karwoko mendadak mendapat informasi domba milik Kasiman juga sudah dimangsa. Akibatnya warga resah dan bingung,” ujarnya.
Masih di tahun 2014, sebanyak 18 ekor kambing di tiga desa di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, mati lantaran digigit hewan yang diduga anjing liar, pada September 2014. Anjing liar tersebut diduga keluar dari hutan yang terletak tak jauh dari permukiman penduduk.
Kambing yang mati itu berada di Desa Suci, Jimbar, dan Banaran, Pracimantoro. Perinciannya, empat ekor kambing di Desa Suci, sembilan ekor di Jimbar, dan lima ekor di Banaran.
Kepala Desa Jimbar, Kecamatan Pracimantoro, Sutrisno, mengatakan serangan anjing liar kali pertama terjadi di Desa Suci pada awal Agustus 2014. Selang beberapa pekan kemudian, anjing liar kembali menyerang kambing milik warga Desa Jimbaran dan merembet ke Banaran pada Rabu (3/9/2014).