"Perkembangan teknologi menjadi faktor yang menyebabkan tesis ini bukanlah tanpa alasan. Sangat mungkin terjadi beberapa tahun kemudian, di mana sekolah tidak lagi berwujud gedung-gedung yang megah dan mewah. Sekolah tidak lagi diwujudkan melalui kehadiran sosok guru secara fisik," katanya.
Untuk itu, upaya untuk terus memaksimalkan kompetensi digital bagi para guru masih perlu menjadi perhatian utama dan juga menjadi salah satu tantangan pendidikan di era teknologi digital seperti pada saat ini.
Sementara itu, peringatan bahwa Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November merupakan momentum yang tepat untuk melihat kembali mengenai pentingnya peran dan tugas guru.
"Masa pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir ini juga telah memberikan pelajaran bagi masyarakat terutama bagi para orang tua bahwa peran dan tugas guru adalah sangat penting dan juga sangat berat," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa guru memiliki tanggung jawab yang tidak mudah untuk diserahkan kepada orang lain termasuk orang tua siswa sekalipun. "Peran sebagai pengajar dan juga pendidik yang dibebankan kepada guru sejatinya adalah sangat berat dan penuh tanggung jawab. Terlebih lagi dunia pendidikan di tanah air pada saat ini masih dihadapkan pada tantangan untuk mengoptimalkan pendidikan karakter bagi generasi muda," katanya.
Pada saat ini, kata dia, karakter siswa bisa saja dibentuk oleh konstruksi sosial yang disebarkan melalui media massa dan juga media sosial. "Karena itu, inilah tantangan pendidikan di era digital, bagaimana keluarga dan guru dapat tetap memiliki pengaruh utama yang signifikan dalam pembentukan karakter dan bagaimana kompetensi guru dapat terus ditingkatkan terutama di bidang digital," katanya.