Halau Setan saat Karantina di Rumah Hantu Sragen, Pemudik: Saya Baca Alquran

Joko Piroso
Satu pemudik yang masih bertahan karantina di rumah hantu Desa Sepat, Sragen, Heri Susanto di (Foto: iNews/Joko Piroso)

"Sekarang tinggal satu, yang dua itu nangis minta ampun dan tobat. Orangtuanya juga sudah mendatangi saya mohon untuk isolasi mandiri. Katanya kalau malam itu suka ada bayangan hitam besar enggak jelas," kata Mulyono, Senin (27/4/2020).

Mulyono menegaskan, keduanya akan ditarik kembali ke rumah hantu jika kedapatan keluar rumah selama karantina. Dia juga meminta orangtua untuk menjaga anaknya agar tidak keluyuran.

"Orangtua juga harus mengawasi kalau keluar rumah, akan ditarik lagi ke rumah isolasi lagi," katanya.

Sementara itu, satu pemudik yang masih bertahan Heri Susanto mengaku dia menjalani karantina selama satu minggu. Perantauan dari Lampung itu, ketahuan Satgas Covid-19 keluar rumah saat isolasi mandiri. Selama menjalani karantina, dia belum mengalami peristiwa angker atau misterius.

"Kalau saya sih belum ada. Tapi mungkin teman-teman yang diganggu. Saya kadang habis isya baca Alquran baca-baca," ucap Heri.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Pemudik Terseret Arus di Cipendawa Cianjur, Jasad Ditemukan Terpisah

57 tahun lalu

Pemudik Sekeluarga Kecelakaan di Jalur Klemuk Batu, 1 Orang Tewas 3 Luka

57 tahun lalu

Kecelakaan Beruntun Dini Hari di Jombang, Diduga akibat Kondisi Jalan Gelap

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

6 Jenazah dan 4 Korban Luka Kecelakaan Maut di Majalengka Dipulangkan ke Karawang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal