PEKALONGAN, iNews.id - Klaster Covid-19 di SMAN 4 Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), terjadi karena seorang guru yang memaksa masuk meskipun sedang sakit. Guru tersebut mengajar meski telah mengalami anosmia atau indra penciuman tidak berfungsi, salah satu gejala penyakit Covid-19.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah 13 Jateng, Zumrotul mengatakan, meskipun mengalami gejala Covid-19, yang bersangkutan tidak memberikan laporan kepada sekolah maupun kepada Disdik setempat. Bahkan, dia bekerja seperti biasa dan berkumpul dengan rekan-rekannya di sekolah.
Akibatnya, tercipta klaster Covid-19 di SMAN 4 Pekalongan. Sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan di SMAN 4 Pekalongan terkonfirmasi positif Covid-19. Data ini diperoleh dari hasil tes swab PCR yang digelar tiga kali di sekolah itu.
"Karena satu guru tersebut tidak lapor, terjadilah klaster baru, berdasarkan hasil swab PCR pada tanggal 25, 28 dan 31 Mei 2021. Yang diindikasikan positif ada 37 guru dan tenaga kependidikan," kata Zumrotul, Senin (7/6/2021).
Sekolah dan Cabang Disdik memutuskan untuk dilakukan WFH dan isolasi mandiri mulai tanggal 2 hingga 11 Juni 2021 mendatang.