Anung juga sudah mendapatkan informasi penanganan antraks yang sudah dilakukan. Kemenkes akan memberikan melakukan program peningkatan pengetahuan dokter untuk mendiagnosa pasien antraks.
"Ini kami respons dan segera akan kita lakukan pelatihan. Karena tidak semua dokter menemui kasus antraks ini. Maka harus dilatih mendiagnosa lebih detail," tutur Anung.
Yang tak kalah penting adalah memantau kesehatan hewan. Setiap ternak harus menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk ketika masuk rumah pemotongan hewan. Karena spora antraks mampu bertahan lama dalam segala cuaca, maka penting dilihat kandang, pakan, dan pasarnya. Setelah itu bagaimana pengolahan daging.
"Warning ini bukan hanya untuk Gunungkidul, tapi juga Jatim dan Jateng yang sudah ada laporan antraks sebelumnya," katanya.