Selang 30 menit kemudian, api dapat dipadamkan warga yang tak kenal lelah berjibaku memadamkan api.
Kepala SDN 2 Panunggalan, Crubus menngatakan, tidak ada satu pun arsip ataupun rapor yang terselamatkan. “Saat peristiwa terjadi, gedung sekolah dalam kondisi kosong dan gelap,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun pihak sekolah kini tidak bisa melakukan pendataan kembali karena tidak ada data induk sekolah yang tersisa.
Polisi kemudian memberikan garis polisi guna melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Dugaan sementara api berasal dari konsleting listik dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.