3. Selama Lebih Kurang 4 Bulan Dirawat seperti Orang Biasa
Atas suruhan dukun H, setelah ALH meninggal dunia, korban dirawat seperti orang biasa selama kurang lebih empat bulan. Pada bulan Januari sampai Maret, seminggu dua kali sang ayah membersihkan tubuh korban. Selanjutnya pada bulan April sampai Mei hingga mayatnya ditemukan, ibu korban yang membersihkan dengan tisu.
Ruangan yang digunakan menyimpan nayat ALH tersebut tertutup rapat serta diberi pengharum sehingga tidak menimbulkan kecurigaan kepada warga sekitar. Bahkan, setiap hari korban dirawat layaknya orang yang masih hidup.
4. Dirawat hingga Alami Proses Mumifikasi
Selama kurun waktu dari waktu kejadian sampai ditemukan, mayat korban dirawat oleh ibu korban. Bahkan, korban sudah mengalami proses mumifikasi.
5. Kematian Korban Terungkap di Hari Raya Idul Fitri
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Setyo Hermawan mengungkapkan, Kasus kematian korban akhirnya terungkap saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Keluarga dari pihak ibu korban menanyakan keberadaan ALH kepada orang tua korban karena sudah sekitar empat bulan tidak pernah kelihatan.
Orang tua korban menjawab bahwa ALH sedang di rumah kakeknya. Mereka kemudian mengonfirmasi informasi tersebut ke rumah kakek ALH, tapi tida juga menemukannya.