Efektivitas Vaksin Lawan Omicron, Ini Kata Dokter Spesialis Patologi Klinik RS UNS

Ary Wahyu Wibowo
Dokter Spesialis Patologi Klinik RS UNS Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto. Foto: Ist.

"Istilahnya baru in vitro. Tidak salah, hanya harus pelan-pelan bila diterjemahkan di lapangan. Laporan itu dari negara-negara yang vaksinasinya sudah 70-80 persen, tapi di Indonesia kan baru 40-an persen," katanya. 

Ia mengatakan, walau seseorang berisiko terjangkit Omicron, bukan berarti efektivitas vaksin Covid-19 hilang. Dia menampik anggapan ini dan menegaskan efektivitas vaksin Covid-19 hanya menurun.

Daripada fokus membahas booster, dr Tonang justru meminta pemerintah segera menggencarkan suntikan dosis kedua vaksin Covid-19.

"Ini lebih penting, lebih bermakna, dan lebih kuat efeknya komunalnya menghadapi apa pun varian Covid-19 yang masih ada dan mungkin akan ada,” tuturnya. 

Dikatakannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sama-sama menyetujui penyuntikkan booster dilakukan saat 50 persen masyarakat sudah divaksin Covid-19.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Delegasi Saudi Fund for Development Puas dengan Perkembangan RS UNS Solo

57 tahun lalu

Jelang Idul Fitri, Palembang Kehabisan Stok Vaksin Covid-19

57 tahun lalu

Masih Banyak Kelompok Rentan yang Belum Vaksin Covid-19, PKBI Lakukan Pendekatan Personal

57 tahun lalu

Dinkes KBB Temukan 300 Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

57 tahun lalu

Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Segera Vaksin Covid-19 Booster Kedua, Ini Tujuannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal