Bahkan Kabupaten Sragen menjadi lumbung pangan nomor dua di Jawa Tengah dan nomor sembilan di Indonesia, meskipun luas lahannya lebih kecil dibanding daerah lain. Sehingga sinergi antara PLN dengan Pemerintah Daerah sangat baik guna mendukung ketahanan pangan.
Pihaknya akan terus mengembangkan, bukan hanya dari sisi sawahnya saja. Namun akan digarap di sisi hulu hingga hilir mulai dari benih hingga pengolahannya. “Pembibitan yang tadinya pakai diesel atau tergantung musim, dengan adanya listrik petani bisa mengatur kapan pun waktunya,” kata Andi Kurniyawan.
Ketika di hilir, yakni di penggilingan padi, penggunaan diesel dikonversi menjadi listrik. Hitung-hitungannya jauh lebih murah karena biaya produksi mampu ditekan hingga 50 persen. Karena tidak membutuhkan BBM, biaya pemeliharaan lebih murah dan gampang.
Dari hulu sampai hilir, pertanian kini terus didorong agar semuanya bisa menggunakan listrik. Bahkan PLN bersama Kementrian Pertanian, telah melaksanakan webinar dengan para petani di sawah. “Mereka memakai laptop di sawah dan ini fenomena baru. Petani kita semakin maju,” ucapnya.
Pemerintah daerah seperti Kabupaten Karanganyar, Bupati Juliyatmono memberikan bantuan sumur bor untuk sawah guna keperluan pengairan. “Kerjasama PLN dengan Pemda, dan petani kini sudah cukup dekat,” tuturnya. Tahun 2021 program Super Panen akan terus digencarkan.