Dia menjelaskan, agenda lain yang akan digelar, yakni Expo Potensi Banjarnegara. Pameran ini, kata dia akan menampilkan produk unggulan UMKM, kopi khas Banjarnegara, potensi agrowisata, hingga kekayaan alam berupa telaga dan potensi panas bumi.
“Kami ingin memperkenalkan berbagai potensi Banjarnegara, tidak hanya pariwisatanya tetapi juga kekayaan alam dan produk lokalnya. Dengan begitu, festival ini memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya.
Terkait kerja sama lintas daerah, dia menyebut Banjarnegara juga berkolaborasi dengan Kabupaten Wonosobo dalam memajukan pariwisata Dieng.
“Secara geografis, kawasan Dieng memang berada di dua kabupaten. Karena itu, kami bersama Wonosobo saling bahu-membahu dalam promosi wisata sekaligus pelestarian budaya,” ucapnya.
Festival tahun ini ditargetkan mampu menarik sekitar 5.000 hingga 6.000 pengunjung, serupa dengan capaian tahun sebelumnya. Pemerintah daerah berharap agenda budaya ini dapat terus menjadi magnet wisatawan sekaligus media pelestarian tradisi masyarakat Dieng.