Cerita Perjuangan Hidup Mati Dokter Bedah Sembuh dari Covid-19, Sempat Hampir Menyerah

Ahmad Antoni
Dokter Sriyanto Sp B saat masih diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, karena menderita Covid-19. (Foto: BNPB)

Di hari keempat masa isolasi sebagai pasien Covid-19, dia mulai batuk dengan badan terasa sakit semua. Ketika menerima telepon dari keluarga atau sahabat, batuk semakin parah. 

"Bahasa jawanya batuk ‘ngekel’. Setiap bergerak juga batuk. Seperti ketika salat yang banyak gerakan, dari ruku' ke sujud, atau dari sujud ke berdiri, maka otomatis akan batuk. Saya sangat tersiksa dan rasanya sulit sekali untuk bernapas lega," katanya. 

Di hari keenam isolasi, kondisi semakin parah. Saat itu, Sriyanto sudah tak bisa merasakan indera penciuman. Bahkan, dia tidak bisa mengunyah dengan baik. Nasi jatah makan terasa sangat keras. Dia berusaha mengunyah, tapi gagal.

"Kerongkonganku terasa sangat sakit. Berkali-kali berusaha mengunyah nasi, tapi tak bisa sampai akhirnya saya muntahkan kembali nasi yang masih utuh itu," ujarnya.

Dirinya sempat sampai protes ke bagian gizi rumah sakit. Dia marah karena merasa mereka tidak memasak nasi dengan benar. Dia mengira koki rumah sakit lalai dan mengeluarkan semua uneg-uneg untuk meminta penjelasan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

BNPB: Angin Kencang Rusak Belasan Rumah Warga di Klaten

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal