Cerita Penumpasan Antek PKI di Jawa Tengah dan Strategi Brigjen TNI Surjo Sumpeno

SM Said
Aksi Gerakan 30 September PKI di Jawa Tengah ditandai saat RRI Semarang pada 1 Oktober 1965 memberitakan terbentuknya Dewan Revolusi Jawa Tengah. (Defile Pasukan TNI/ Foto Pusat Persenjataan Dan Sejarah Militer)

Di Solo pada 4 Oktober 1965 Kol Ashari Komandan Brigif 6, beserta perwira-perwira lainnya yang ditawan oleh pasukan yang pro G 30S dibebaskan.

Pada 5 Oktober 1965 juga diperoleh kabar jika Mayor Kaderi beserta dua kompi anak buahnya yang mengawal Kol Sahirman telah memisahkan diri dari tokoh G 30 S Jateng tersebut dan kembali ke pangkalan di Solo.

Dengan demikian, dalam jangka waktu hanya lima hari, pemulihan garis komando di jajaran Kodam VII telah berfungsi kembali.

Lalu mendengar hal itu Mayor Sukirjan Wa Ass-5 dan Mayor Karsidi Wa Ass-2 menyerah.

Kodam VII/Diponegoro pun akhirnya mendapat bantuan pasukan dari Jakarta guna membersihkan Jawa Tengah dari antek-antek PKI. Dimana Pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang dilengkapi panser dan persenjataan berat tiba di Jateng pada 12 Oktober 1965.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Cerita Nenek Tukang Parkir di Brebes Gagalkan Rampok Pecah Kaca Hendak Ambil Uang Rp3,6 Miliar

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Karanganyar Jateng, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Mayat Perempuan Membusuk Ditemukan di Selokan Pinggir Jalan Arteri Weleri Kendal

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal