"Sekolah ini terkenal bagus dan anaknya berprestasi. Saya sangat senang. Saya khawatir tidak bisa masuk. Ternyata, Alhamdulillah bisa masuk," ujarnya ditemui di rumahnya di Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat.
Sang ibunda Erin, Ana Fembriani, mengaku jalur afirmasi yatim/piatu karena Covid-19 amat membantu keluarga yang membutuhkan. "Melalui jalur afirmasi meninggal karena Covid, kami sangat bersyukur sekali karena memang berniat sekali bisa ke sana. Bersyukur sangat senang sekali," ungkapnya.
Tak jauh beda juga disampaikan Lukman Najib Aldiansyah, siswa SMAN 2 Kota Semarang melalui jalur afirmasi yatim karena Covid-19. Dia tidak menyangka akan diterima di sekolah tersebut. Mengingat beratnya saingan untuk bisa masuk ke SMAN 2 Kota Semarang.
"Kalau menyangkanya, ya tidak menyangka karena saingannya berat. Baik jalur prestasi dan zonasi. Tapi melalui jalur afirmasi, ini sangat membantu. Membantunya itu, kalau saya kan korban Covid, membantu bisa masuk ke SMA 2," ujar Aldi.
Ibundanya, Munafiah yang kini harus sendiri mendidik anak amat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng yang memberikan jalur afirmasi.