Juga terdapat riwayat lain dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ.
“Carilah lailatul qadar pada tanggal ganjil dari sepuluh malam terakhir (dari bulan Ramadhan).”
Inilah cara mendapatkan Malam Lailatul Qadar 2025 yang telah dirangkum iNews.id dari buku “Meraih Puasa Sempurna”, diterjemahkan dari kitab “Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab”, karya Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar:
Adapun yang dimaksud dengan menghidupkan Lailatul Qadar adalah mengisi sebagian besar malam tersebut dengan ibadah, meskipun tidak harus sepanjang malam. Beberapa ulama berpendapat bahwa menghidupkannya bisa dilakukan hanya dalam waktu sekejap.
Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm menyampaikan dari sekelompok ulama Madinah dan juga dari Ibnu ‘Abbas, bahwa:
أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ